• Jelajahi

    Copyright © FOKUS TV
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jumat, 09 Januari 2026

    Buang Sampah ke Cileungsi, Pemkot Tangsel Bayar Rp90 Juta per Hari


    Selama masa tanggap darurat, sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten dibuang ke Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kuota pembuangan sampah di PT Aspex Kumbong, Jalan Raya Narogong KM 26 per hari sebanyak 200 ton.

    "450 ribu (rupiah). Ya (per ton)," ungkap Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menjawab pertanyaan usai rapat koordinasi di Puspemkot, Jumat (9/1).

    Maka setiap harinya Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel harus membayar biaya pengelolaan sampah di tempat pengolahan limbah atau tipping fee sebesar Rp90 juta per hari. Pembuangan sampah asal Tangsel ke PT Aspex Kumbong sudah diketahui Kementerian Lingkungan Hidup.


    "Dan KLH tahu dan mendukung," singkat Pilar.

    Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan solusi jangka pendek. Tujuannya agar sampah tidak menumpuk di ruang-ruang publik.



    Nasional


    MENU
    For You Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup Fokus Kolom Terpopuler Infografis Foto Video Indeks
    Prabowo Subianto
    Banjir Sumatra
    Polemik RKUHAP
    Ijazah Palsu
    Joko Widodo

    Nasional

    Peristiwa
    Buang Sampah ke Cileungsi, Pemkot Tangsel Bayar Rp90 Juta per Hari
    CNN Indonesia
    Sabtu, 10 Jan 2026 04:30 WIB


    Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel harus membayar biaya pengelolaan sampah di tempat pengolahan limbah atau tipping fee sebesar Rp90 juta per hari. (CNN Indonesia/Fahrurozi)

    Jakarta, CNN Indonesia -- Selama masa tanggap darurat, sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten dibuang ke Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kuota pembuangan sampah di PT Aspex Kumbong, Jalan Raya Narogong KM 26 per hari sebanyak 200 ton.
    "450 ribu (rupiah). Ya (per ton)," ungkap Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menjawab pertanyaan usai rapat koordinasi di Puspemkot, Jumat (9/1).

    Maka setiap harinya Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel harus membayar biaya pengelolaan sampah di tempat pengolahan limbah atau tipping fee sebesar Rp90 juta per hari. Pembuangan sampah asal Tangsel ke PT Aspex Kumbong sudah diketahui Kementerian Lingkungan Hidup.

    "Dan KLH tahu dan mendukung," singkat Pilar.

    Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan solusi jangka pendek. Tujuannya agar sampah tidak menumpuk di ruang-ruang publik.


    Pilihan Redaksi
    Sampah Menggunung di Pasar Kramat Jati, Warga Keluhkan Bau Menyengat
    Mahasiswa Geruduk Kantor Walkot Tangsel, Tumpahkan Sampah 2 Truk
    200 Ton Sampah Asal Tangsel Dibuang ke Cileungsi
    Pilar jelaskan rencana membangun fasilitas mesin pencacah sampah di TPA Cipeucang, Serpong pun membutuhkan waktu. Pemkot Tangsel harus punya lahan 5000 meter persegi. Masyarakat sekitar juga mesti diajak berdiskusi.

    "Sekarang belanja lahan juga kan masyarakat ada proses. Belanja lahan tuh enggak serta merta sekarang beli besok buang," jelasnya.

    Kemudian, lanjut Pilar, rencana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Cipeucang membutuhkan lahan seluas 5 hektare. Maka solusi jangka pendek sampah di Tangsel dibuang ke Cileungsi.

    "Tapi ada batasnya dong. Kita cari kerja sama yang paling efektif, efisien mana yang paling menguntungkan," utaranya.

    Diketahui, masalah sampah perkotaan di Tangsel terus menjadi sorotan. Gunungan serta ceceran sampah banyak terlihat di berbagai sudut ruas jalan umum hingga pemukiman warga.

    Pangkal masalahnya karena TPA Cipeucang ditutup sejak 8 Desember 2025. Akibat tidak diangkut terjadi penumpukan sampah.